Anti Rayap Terbaik – Mengenal Kerajaan Rayap

Mengenal kerajaan Rayap - Rayap merupakan makhluk kecil menyerupai semut yang hidup dalam kelompok (koloni) yang besar. Tak lepas dari image rayap sebagai hama perusak bangunan yang sangat mengganggu dan menyebalkan, namun mereka membangun sarang menakjubkan yang menjulang tinggi di atas permukaan tanah, sehingga merupakan sebuah keajaiban tersendiri dalam gaya bangunannya. Yang lebih mengejutkan lagi adalah bahwa para pembuat bangunan tinggi megah itu adalah rayap pekerja yang benar-benar buta, sungguh menakjubkan.

Musuh terbesar rayap adalah kelompok semut dan hewan pemakan semut. Ketika suatu kelompok rayap mendapat serangan dari kelompok semut, berbagai upaya yang dilakukan koloni rayap untuk melindungi sarangnya dari berbagai macam  ancaman.

Senjata  Spesial Prajurit Rayap Dalam Mempertahankan Koloninya

Pedang Yang Tajam

rayap-prajurit-pedang-beracun

Inilah teknik bela diri rayap yang paling umum, dengan menggunakan rahang yang tajam. Hanya prajurit rayap yang memiliki rahang untuk bertarung & kepala dengan cangkang lebih tebal sebagai perlindungan. Daya rusak dari rahang tajamnya juga bervariasi antar spesies. Ada yang hanya sebatas menimbulkan luka gigitan parah pada musuhnya, sementara yang lainnya bahkan cukup kuat untuk memutus anggota tubuh semut – musuh terbesar rayap – dengan sekali gigitan!

Untuk menambah efektifitas senjatanya, rayap rajurit juga menghasilkan enzim air liur yang beracun. Racun itu biasanya dikeluarkan bersamaan dengan gigitan rayap sehingga saat rayap menyerang, racun tersebut akan langsung masuk ke dalam luka musuhnya. Jenis racun yang dihasilkan rayap bervariasi, namun rata-rata racun dari gigitan rayap bersifat antikoagulan (anti pembekuan darah) sehingga semut yang baru berhasil mengalahkan rayap pun bisa segera mati juga akibat dehidrasi & kehabisan darah.

Tombak Yang Mematikan

rayap-prajurit-tombak-mematikan

Inilah teknik bela diri rayap yang paling umum, dengan memakai rahang yang tajam. Hanya prajurit yang memiliki rahang untuk bertarung & kepala dengan cangkang lebih tebal sebagai perlindungan. Daya rusak dari rahang tajamnya juga bervariasi antar spesies. Ada yang hanya sebatas menimbulkan luka gigitan parah pada musuhnya, sementara yang lainnya bahkan cukup kuat untuk memutus anggota tubuh semut – musuh terbesar rayap – dengan sekali gigitan!

Untuk menambah efektifitas senjatanya, rayap rajurit juga menghasilkan enzim air liur yang beracun. Racun itu biasanya dikeluarkan bersamaan dengan gigitan rayap sehingga saat rayap menyerang, racun tersebut akan langsung masuk ke dalam luka musuhnya. Jenis racun yang dihasilkan rayap bervariasi, namun rata-rata racun dari gigitan rayap bersifat antikoagulan (anti pembekuan darah) sehingga semut yang baru berhasil mengalahkan rayap pun bisa segera mati juga akibat dehidrasi & kehabisan darah.

Bom Bunuh Diri

rayap-prajurit-bom-bunuh-diri

Percaya atau tidak, rayap juga memiliki taktik bunuh diri yang serupa, salah satunya rayap dari genus Globitermes yang hidup di hutan hujan Asia Tenggara. Ciri khas mereka adalah adanya cairan kuning dalam perut mereka sebagai bahan peledak. Ketika sarang mereka diserang, mereka akan segera mengeroyok musuhnya, lalu… JEBREET!! Mereka segera meledakkan dirinya & melepaskan cairan kuning yang lengket ke arah musuh sehingga musuh pun tidak bisa bergerak! Taktik bunuh diri ini disebut autotisis (autothysis) & dilakukan untuk menahan serangan musuh untuk sementara waktu hingga prajurit rayap tiba di lokasi bahaya atau hingga semut penyerang mundur.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang rayap. Terima Kasih