Obat Anti Rayap – Anti Rayap dari Bungkil Jarak dari Mahasiswa IPB

Untuk mengatasi serangan rayap, biasanya masyarakat mengupayakan untuk melakukan suatu tindakan pengendalian rayap, namun sebagian besar pengendalian rayap didominasi oleh penggunaan bahan kimia (termitisida). Sayangnya, masih sedikit masyarakat yang menggunakan cara-cara non kimiawi untuk mengendalikan rayap. Hal ini karena penggunaan bahan kimia dinilai lebih efektif.  Padahal, beberapa jenis bahan kimia bersifat racun, baik pada organisme perusak kayu juga dapat berbahaya terhadap manusia maupun binatang karena baunya yang keras, bersifat korosif terhadap metal, dan tidak stabil pada penyikapan di udara terbuka. Penggunaan bahan kimia tersebut secara terus menerus dapat mengakibatkan masalah kesehatan jangka panjang pada manusia.

Seorang mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) Reza Ramadhan menemukan solusi anti rayap untuk mengeliminir serangan rayap, untuk itu, mahasiswa IPB Departemen Teknologi Hasil Hutan Fakultas Kehutanan yang didampingi Dosennya, Deded Sarip Nawawi, mencari cara lain dalam mengatasi permasalahan ini. Beserta  dengan lima orang rekannya, Reza memanfaatkan zat-zat yang terkandung dalam suatu tanaman, salah satunya tanaman jarak (Jatropha curcas L.). Dalam hal ini pemanfaataannya difokuskan pada sisa dari pengolahan minyak jarak yaitu bungkil jarak. Pemilihan bungkil jarak tersebut berdasarkan hasil penelitian bahwa bungkil yang diperoleh dari hasil pengolahan minyak jarak mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi, tetapi juga mengandung racun yang cukup kuat. Racun tersebut dapat dalam bentuk risin, atau risimin alkaloid.

Oleh karena itu, ekstrak bungkil jarak pagar akan lebih mudah diperoleh, selain ramah lingkungan dan Renewable, limbah bungkil jarak pagar sebagai produk sampingan pengolahan minyak jarak dapat dimanfaatkan untuk bahan pengawet kayu yang ramah lingkungan sehingga dapat mengurangi penggunaan bahan kimia,” terang Reza dalam siaran pers yang diterima okezone, Senin (24/10/2011). Lebih lanjut dia menjelaskan, ekstrak dari bungkil jarak pagar yang diperoleh dari fraksinas bertingkat berbeda menurut jenis pelarut yang digunakan. Fraksi ekstrak yang bersifat non-polar (ekstrak terlarut dalam pelarut non-polar) merupakan fraksi ekstrak yang terbesar. Hal tersebut, menurut Reza, ditunjukkan oleh kehilangan berat sampel yang paling kecil, dengan asumsi kertas selulosa dengan ekstrak ethyl asetat adalah yang paling tidak disukai oleh rayap atau yang paling bersifat racun. Walaupun masih adanya keragaman data yang dihasilkan akan tetapi secara umum fraksi ini yang paling konsisten respon sebagai anti rayap nya dibanding dengan ekstrak fraksi lain.

Pengamatan yang dilakukan selama tiga minggu tersebut, menunjukkan bahwa keefektifan bungkil jarak terdapat pada setiap pelarut dan setiap konsentrasi. “Efektivitas ekstrak limbah bungkil jarak pagar sebagai bahan anti rayap berbeda menurut jenis pelarut yang digunakan,” imbuh Reza, seraya mengatakan hasil ini memberikan harapan untuk meningkatkan nilai tambah dari limbah industri pengolahan minyak jarak pagar sebagai bahan pengawet alami. Sumber : okezone.com

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk anda, Anti Rayap Termesnator siap membantu anda dalam pembasmian rayap pada rumah / bangunan anda.