Rumah Rayap – Uniknya Kerajaan Rayap

rumah rayap

Waw, apa itu? batu? Bukan itu rumah rayap kok. Haha masa sih?? Kok bisa ya?

Ya ini adalah salah satu istana rayap terbesar yang ada di Australia tepatnya di Litchfield, terletak sekitar 100 kilometer sebelah tenggara kota Darwin dan bisa ditempuh kurang dari 90 menit.

Istana rayap setinggi 4,5 meter dan berdiameter 1,5 meter, ”kathedral”, diperkirakan terbentuk lebih dari 50 tahun. Konturnya keras seperti bongkahan batu besar. Di beberapa sudut ada lubang-lubang, Rayap sudah mengembangkan sistem sirkulasi udara yang canggih, yang menjamin pertukaran udara bersih dan kotor berjalan sempurna, di samping menyediakan suhu dan kelembaban yang optimal bagi proses kehidupan mereka.

Hewan ini begitu hebat bukan ? Iya, Rayap tidak memiliki indra penglihatan, namun mampu membangun konstruksi begitu rumit ya. Karya rayap ini merupakan hasil kerja kolektif koloninya. Memang menakjubkan dan fantastis ! 

6 Fakta Unik Rumah Rayap Yang Patut Anda Ketahui

1. Sarang Rayap Sebanding Dengan Gedung Pencakar Langit

Sarang yang dirancang rayap memang menakjubkan. Tingginya bisa mencapai 6 meter dan lebarnya 12 meter. Arsitektur hebat di dunia, Ludwig Mies van der Rohe, raja bangunan pencakar langit pun terinspirasi dari kerajaan rayap. Bila dibandingkan ukuran kecil tubuhnya, arsitektur sarang rayap menyerupai bangunan pencakar langit raksasa.

2. Rumah Rayap Terintegrasi Oleh Lahan Pertanian

Bagian dalam sarang rayap dipenuhi lorong-lorong sempit. Di bagian dalam lorong tersebut, terdapat sekitar 1,5 juta rayap yang bekerja bersama dengan keharmonisan luar biasa. Pada penampang melintang sarang rayap, ada bilik khusus ratu, gudang penyimpan makanan, dan lorong-lorong pengatur kondisi udara. Rayap pun bertani dalam sarangnya dengan menanam jamur.

3. Rumah Rayap Mengandung Kotoran Mereka Sendiri

Rayap dikenal sebagai hewan bermasyarakat yang bisa membangun sarang raksasa. Hingga saat ini, ilmuwan masih terus meneliti perilaku, spesies, dan pembentukan istana rayap. Sarang rayap mengandung material yang berasal dari kotoran, di mana kotoran dapat dengan mudah menjadi kuman dan menjadi penyakit bila berada di lingkungan yang hangat, lembab, dan tertutup.

Namun sebuah studi baru yang tertulis dalam Proceedings of Royal Society B menunjukkan bahwa kotoran rayap sebenarnya justru menghasilkan antibiotik alami. Ilmuwan menemukan bahwa butiran kotoran mengandung bakteri yang mengandung senyawa tertentu yaitu Streptomyces. Streptomyces merupakan senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan jamur yang berbahaya bagi koloni rayap.

4. Rumah Rayap Di Rancang Oleh Induk Rayap

Sarang rayap dibuat oleh rayap pekerja dari campuran tanah/lumpur, kunyahan kayu, air liur, dan fesesnya (kotoran) hingga membentuk gundukan. Rayap pekerja meletakkan adonan pada suatu tempat tertentu sesuai rancangan induk.

5. Rumah Rayap Di Rancang Untuk Mengatur Suhu

Pengaturan suhu seperti halnya pengaturan kelembapan. Udara luar melewati terowongan sempit di permukaan sarang, masuk ke ruangan lembap hingga puncak sarang. Di sana udara menghangat akibat panas dari tubuh rayap. Sirkulasi udara dipantau koloni rayap pekerja. Di bagian luar sarang ada saluran dan atap yang dibuat dengan kemiringan tertentu untuk mencegah masuknya air. Kelangsungan hidup populasi rayap bergantung pada kestabilan suhu dalam sarang dan keseimbangan kadar air. Bagian paralel di areal atap sarang rayap yang terbuat dari lumpur mampu menyerap kandungan air yang dikeluarkan oleh tubuh rayap.

6. Rumah Rayap Sudah Didukung Sistem Filterisasi Udara

Konstruksi rumah rayap didukung pasokan udara kontinu agar suhu dan kelembapan di dalamnya relatif tetap. Dinding tebal dan keras pada sarang rayap melindungi bagian dalam dari panas di luar. Sirkulasi udara diatur dengan membuat terowongan khusus pada sisi dinding bagian dalam. Pori-pori pada dinding berfungsi menyaring udara.

Oksigen yang dibutuhkan koloni rayap dalam sarang sekitar 1.500 liter udara per hari. Bila udara langsung masuk ke dalam sarang, suhu di dalam akan naik dan membahayakan rayap. Rayap mencegahnya dengan membuat ruangan bawah tanah yang lembap sebagai perlindungan dari panas berlebihan. Bahkan, spesies rayap di Gurun Sahara menggali saluran sedalam 40 meter agar uap air dari bawah bisa mencapai sarang. Dinding menara yang tebal membantu mempertahankan kelembapan di bagian dalam.

 

Nah, demikianlah artikel tentang rayap yang dapat membuat sarang rayap yang menyerupai Istana . Begitu hebat nya rayap, hewan yang dianggap sebagai salah satu hama oleh manusia ini. Walaupun rayap adalah hewan yang kecil juga tidak dapat melihat , namun rayap bisa membuat bangunan yang tak kalah dengan manusia.

Semoga Dapat Menambah Wawasan Anda, Terimakasih.